November 29, 2022

Scribesworld – Informasi Tentang penulis Buku/Konten Kreator

Scribesworld Memberikan Informasi Tentang penulis Buku/Konten Kreator

Enam Tips Untuk Memerangi Writer’s Block

4 min read

Enam Tips Untuk Memerangi Writer’s Block – Menurut Oxford Languages, writer’s block adalah kondisi tidak mampu memikirkan apa yang harus ditulis atau bagaimana melanjutkan menulis. Seperti yang dialami oleh sebagian besar penulis, setiap kali writer’s block datang, itu akan menjadi hambatan besar yang harus dihadapi.

Enam Tips Untuk Memerangi Writer’s Block

ScribesWorld – Itu bisa merusak suasana dan membiarkan cerita menggantung tanpa mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengatasinya. Beberapa penulis mungkin tahu bagaimana menghadapinya, tetapi yang lain mungkin masih kesulitan untuk memahaminya. Oleh karena itu, saya akan memberi tahu Anda trik saya untuk melawan blok penulis ini.

Langkah 1. Tinggalkan

Setiap kali saya merasa seperti saya terjebak, saya meninggalkan tulisan saya. Lalu aku melupakannya selama beberapa hari. Saya masih ingat saya meninggalkan tulisan saya selama sekitar dua minggu. Saya menganggap cuti ini sebagai waktu istirahat. Selama waktu ini, saya sarankan Anda mencoba untuk memperbaiki suasana hati Anda dan menemukan alasan pertama mengapa Anda ingin menulis cerita.

Baca Juga :  How Content Can Make Or Break Any Marketing Campaigan

Langkah 2. Garis Besar

Beberapa dari Anda mungkin berpikir bahwa menulis garis besar cerita itu merepotkan dan Anda mungkin juga memiliki kepercayaan diri untuk menulis cerita Anda secara langsung. Namun, sangat penting untuk menulis garis besar dari awal karena sangat membantu untuk menjaga cerita tetap pada jalurnya dan ketika blok penulis datang, Anda masih tahu ke mana arah cerita Anda. Anda tidak perlu menuliskannya dengan cara yang rumit, cukup tuliskan poin-poin penting dari setiap bab yang ingin Anda ceritakan. Anda dapat melihat contoh di bawah ini:

Bab 1: awal/pertemuan/Prolog

Berry adalah Beruang yang kesepian, tinggal di hutan.

Bab 2: Chara A dan Chara B akur bersama

Berry bertemu dengan seekor kelinci bernama Bunny. Mereka saling tertarik dan menjadi teman.

Bab 3: Ada konflik

Suatu hari, Bunny meninggalkan Berry sendirian tanpa peringatan.

Bab 4: Klimaks/resolusi

Berry sangat marah sampai dia tahu bahwa Bunny harus pergi mencari sepatu kecilnya. Kelinci meminta maaf kepada Berry. Kemudian, mereka berbaikan.

Bab 5: Kesimpulan/Akhir/Epilog

Berry dan Bunny tinggal bersama di hutan besar. Berry bukan lagi Beruang yang kesepian. Contoh di atas hanya garis besar cerita versi saya, Anda dapat membuatnya semudah mungkin atau memodifikasinya sesuai keinginan Anda. Saya menyarankan Anda untuk membuat format tetap dari garis besar yang menutupi semua bagian yang diperlukan.

Langkah 3. Riset, Diskusikan

Wah, kedengarannya ilmiah. Ada pepatah yang mengatakan “dengarkan dulu sebelum bicara, baca dulu sebelum menulis”. Semakin banyak buku yang kita baca, semakin banyak ide/plot/kosakata yang kita dapatkan. Oleh karena itu, melakukan penelitian berarti membaca lebih banyak cerita pendek/panjang dari penulis manapun. Cobalah untuk mengidentifikasi apa yang membuat Anda tertarik dengan cerita mereka dan terus membacanya. Cobalah untuk menganalisis karakter, tempat dan plot.

Jangan lupa untuk menuliskannya di catatan Anda. Tujuannya untuk menambah wawasan. Selain itu, kita mungkin secara tidak sengaja mendapatkan beberapa ide segar setelah membaca beberapa buku. Dalam kasus saya, ini membantu saya membangun dan memodifikasi plot. Selain itu, jika Anda memiliki teman dari komunitas yang sama, Anda dapat mendiskusikan cerita Anda dengan mereka.

Diskusikan hanya bagian yang diragukan. Namun, jangan berkecil hati dari kritik. Anda adalah penulisnya. Anda memiliki hak mutlak untuk mempertimbangkan bagian mana yang perlu diperbaiki. Jangan menerima semua saran dan menerapkannya sekaligus. Pilihlah dengan bijak.

Langkah 4. Atur waktu Menulis

Anda mungkin memiliki berbagai kegiatan selain menulis, oleh karena itu mengatur waktu, tenaga, dan suasana hati untuk menjalani semua kegiatan itu penting. Atur waktu menulis Anda di waktu, energi, dan suasana hati Anda yang paling sesuai. Anda bisa mengaturnya sesuai keinginan.

Ini sepenuhnya di tangan Anda untuk membuatnya secara teratur setiap hari atau dua kali seminggu. Secara pribadi, saya lebih suka menulis dua kali sehari, jam 2-4 sore dan jam 8-9 malam. Saya memasukkannya ke dalam jadwal saya dan membuatnya teratur.

Langkah 5. Postur dan Sekitarnya

Saya tidak selalu menulis dalam posisi duduk. Terkadang saya menulis sambil berbaring di tempat tidur. Meskipun menulis dengan postur itu tidak baik, saya merasa nyaman. Namun, pastikan untuk tidak berada dalam posisi ini untuk waktu yang lama. Ini bisa mempengaruhi postur dan kesehatan Anda jika Anda melakukannya secara teratur untuk jangka panjang. Satu hal yang pasti, Temukan posisi Anda yang paling nyaman.

Anda dapat bersandar pada sesuatu kapan pun Anda perlu istirahat. Jika perlu, letakkan bantal kecil di sebelah Anda. Selanjutnya, perhatikan lingkungan sekitar Anda. Pilih tempat yang nyaman untuk menulis. Jangan lupa untuk mempertimbangkan gangguan kebisingan yang mungkin Anda dapatkan. Beberapa dari kita suka berisik ketika yang lain perlu lebih tenang.

Langkah 6. Mulailah menulis lagi

Sekarang, Anda siap untuk memulai lagi. Percaya pada dirimu sendiri. Anda adalah penulis hebat yang dapat membangun cerita dari imajinasi dan kreativitas. Ingatlah bahwa, jika Anda dapat membayangkannya, Anda dapat menulisnya.

Anda akan mengatasi blok penulis ini. Mari kita mulai lagi dengan kemauan yang kuat, keras kepala, dan hati yang kuat. Yakinlah pada diri sendiri bahwa writer’s block hanyalah sinyal untuk istirahat dan istirahat. Ini bukan untuk menghentikan Anda dari menyelesaikan cerita Anda.

You may have missed