Cara Menjadi Ghostwriter Professional

Ghostwriter adalah kata yang jarang didengar oleh kebanyakan orang. Namun untu kata writer sendiri banyak orang yang memahaminya dan diartikan sebagai penulis. Namun apa bila digabungkan kata tersebut dengan ghost maka dapat diambil suatu pengertian bahwa ghostwriter adalah penulis yang tidak terlihat. Ghostwritter sendiri dapat disebut sebagai suatu pekerjaan namun banyak orang yang belum mengenal banyak mengenai pekerjaan tersebut. Ghostwritter adalah suatu yang berbeda dengan co-writter. Pada ghostwriter sendiri adalah pekerjaan yang menuliskan apa yang dinginkan klien untuk dijadikan suatu buku.

Akan tetapi penulis dalam buku tersebut adalah klien tersebut dan ghostwriter bagaikan fasilitator saja. Bukan berarti ibaratnya Anda akan mencari sebuah agen contohnya agen judi bola jika Anda ingin melakukan taruhan online. Akan tetapi ghostwriter ini bener-bener harus paham seluk beluk kliennya. Setelah buku yang dibuat terbit maka seorang ghostwriter akan langsung menghilang bagai tanpa jejak. Untuk co-writter sendiri bagaikan assiten. Penulis utama buku memang bukanlah co-writter tersebut. Namun nama dari seorang co-writter tersebut tetap dicantumkan sebagai penulis pembantu walaupun hampis semua pekerjaan dia yang melakukan sendiri. Kedua pekerjaan tersebut bukanlah pekerjaan yang mudah. Hal tersebut dikarenakan buku yang diterbitkan akan dinikmati oleh umum. Sehingga apa bila terdapat suatu hal negative dalam buku maka yang terkena dampaknya adalah penulis yang tercantum dalam buku. Maka dari itu untuk dapat menjadi seorang ghostwriter sangatlah sulit.

Writer Profesional

Seorang ghoswritter setidaknya harus memiliki pengalaman menulis yang lama. Namun pengalaman menulis yang lama saja tidaklah cukup karena yang dibuthkan untuk menjadi ghostwriter adalah kemampuan dalam kepenulisan. Namun jika berkeingin untuk menjadi seorang ghostwriter, hal pertama yang harus dilakukan adalah memiliki karya. Karya menunjukan bahwa seorang penulis memiliki kompetensi menulis yang bagus. Seorang calon ghostwriter setidaknya harus memiliki portofolio yang menandakan bahwa sudah pernah menulis buku. Minimal lima buku yang dibuthkan untuk persyaratan tersebut. Cukup sulit memang. Namun bagaimana pun tidak ada hal yang mudah untuk menuju sukses. Terlebih lagi pendapatan yang diperolah seorang ghostwriter sangatlah besar dan mampu untuk membeli motor dalam sekali kepenulisan.

Karya tersebut juga merupakan suatu pencerminan dari setiap usaha dan latihan yang dilakukan oleh seorang penulis selama ini. Hal lainnya yang harus dimiliki agar dapat menjadi seorang ghostwriter adalah kemampuan managemen waktu. Ghostwritter adalah pekerjaan yang padat tugas dan tidak sedikit waktu pengerjaanya sangat mepet. Maka dari itu bila seorang calong ghostwriter adalah orang yang sangat sibut dalam kehidupan sehari harinya tidaklah cocok dalam pekerjaan ini. Hal tersebut dikarenakan kepuasaan dari klien dapat terpengaruh yang nantinya dapat menyebabkan kehilangan kepercayaan dalam menggunakan jasa ghostwriter yang ditawarkan. Terlebih lagi bagi yang tidak menyukai pekerjaan dateline juga tidak dianjurkan. Ghostwritter bagaikan pekerjaan yang penuh tekanan di dalamnya. Namun pendapatan yang akan diperoleh sangatlah sebanding dengan usaha yang dilakukan.

Hal-hal tersebutlah yang diperlukan agar dapat menjadi seorang ghostwriter. Pekerjaan tersebut cukup menantang dan sangat cocok bagi yang menyukai bidang kepenulisan. Namun intinya yang diperlukan untuk menjadi seorang ghostwriter adalah latihan keras sehinggga dapat memberikan hasil seperti karya karya dalam bidang kepenulisan. Selain itu pekerjaan ghostwriter cukup menyenangkan karena dapat liburan ke berbagai tempat dengan gratis sambil menikmati permainan poker online melalui smartphonenya. Hal tersebut dikarenakan sebagai salah satu penelitian dalam membuat buku agar isinya lebih mendalam dan juga kaya. Tentu saja yang membiayai perjalanan tersebut adalah klien. Sangat untuk paham bahwa tidak ada pekerjaan yang enak dan tanpa suatu tekanan. Membutuhkan suatu usaha dalam melakukannya. Terlebih lagi jika pekerjaan tersbeut bertujuan untuk memuaskan seseorang.

Leave a Reply